Review

TOP 3 Rekomendasi Drama Korea

Terjebak pandemi yang mengharuskan kerja di rumah, menyebabkan aku juga jadi aktif streaming drama korea. Dikarenakan image blog ini yang sangat kekoreaan, alias cerita traveling korea yang nggak kelar-kelar. Mari kita genapkan juga dengan mereview drama korea favorit aku. Menyusul kapan-kapan review skincare korea kalo sempet. Hahaha

Ketiga drama yang aku rekomendasikan kebetulan disutradarai oleh orang yang sama, yaitu sutradara Shin Won Ho. Drama-drama ini sungguhlah sangat mengena di hati, sampai saya rela menulis artikel ini. Mungkin teman-teman juga sudah familiar dan banyak yang sudah menonton drama-drama ini.

 

Reply 1988

Rekomendasi Drama Korea

This drama is my number one. Menceritakan tentang kehidupan 5 anak remaja, 1 cewek dan 4 cowok, yang hidup dengan latar belakang tahun 1988. Kelima anak tersebut adalah Sung Duk Sun, Kim Jung Hwan, Sung Sun Wo, Ryu Dong Ryeol dan Choi Taek yang hidup bertetangga dan adalah teman sepermainan.

Selain persahabatan mereka berlima, keluarga mereka juga adalah keluarga yang rukun satu sama lain. Apabila ada satu keluarga yang mempunyai makanan berlebih, maka mereka akan ingat untuk berbagi ke keluarga yang lain. Jadi mereka suka saling bertukar makanan satu sama lain.

Selain kehidupan bertetangga yang rukun dan persahabatan yang kental, drama ini juga tentulah membawa kisah romansa di wilayah bertetangga ini. Dan yang bikin saya suka sama cerita ini adalah diangkat juga beberapa permasalahan dalam keluarga yang satu sama lainnya sangat berbeda.

Salah satu contoh yaitu masalah yang terjadi di keluarga Sung Duk Sun, yaitu perbedaan kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Jadi ceritanya keluarga Duk-Sun ini adalah keluarga dengan 3 orang anak. 2 cewek dan 1 cowok. Sung Bora sebagai kakak pertama, Sung Duk Sun sebagai anak kedua, dan Sung No Eul sebagai anak ketiga. Duk Sun merasa dia sebagai anak kedua selalu dinomersekiankan dan nggak diperhatikan.

Ketika makan, Duk Sun harus ikhlas hanya makan nasi dan kacang hitam sedangkan dua saudaranya bisa makan dengan telur ceplok. Puncaknya adalah ketika perayaan ulang tahun Duk Sun yang harus dirayakan bersamaan dengan ulang tahun Bora biar hemat biaya. Ini momen yang bikin aku mewek, padahal masih episode satu. Huhuhu.

Selain satu masalah ini tentu saja juga banyak masalah keluarga yang lain yang dibumbui dengan kelucuan yang biasa terjadi sehari-hari di dalam kehidupan sosial. Oya salah satu ciri khas drama Reply series (sebelumnya ada drama Reply 1997 dan Reply 1994) ini yaitu menebak siapakah suami dari tokoh pemeran utama. Tenang saja antara drama Reply satu dengan yang lain tidak ada hubungan sama sekali kok. Jadi nggak masalah banget kalo hanya nonton satu drama saja.

Selain lucu dan menghibur, drama ini menyajikan banyak scene yang sungguh mengharukan buat saya. Masalah yang terjadi sangat umum dalam kehidupan sehari-hari dan nggak dilebih-lebihkan. Detail dramanya sangat keren terutama set tempatnya yang jadul sekali. Ada kenampakan telepon kabel jaman dulu serta TV analog juga.

Awal nonton lumayan bosen di menit awal episode satu.  Tapi jangan kuatir karena dramanya lucu nggak bakal bosen ko. terus nanti kalo udah msuk  sama masalahnya drama ini sungguh epik sekali ceritanya.

 

Hospital Playlist

Rekomendasi Drama Korea

Drama ini adalah favorit nomer dua saya. Dan ini adalah drama yang tamat belum lama di saluran netflix kesayangan saya. Haha.

Menceritakan kehidupan 5 orang dokter. Sama seperti drama reply 1988, drama ini pun diperankan oleh 5 tokoh utama, 1 cewek dan 4 cowok. Dengan cerita persahabatan yang super UWU.

Lee Ikjun sebagai dokter bedah umum, Ahn Jung Won sebagai dokter bedah anak, Kim Jun Hwan sebagai dokter bedah jantung, Yang Seok Hyung sebagai dokter kandungan dan Chae Song Hwa sebagai dokter bedah saraf.

Persahabatan kelima dokter ini dimulai karena mereka sama-sama kabur dari acara malam keakraban ketika masih di sekolah kedokteran. Lalu berlanjut dengan membuat band bareng. Jadi tiap episode di drama ini penonton akan disuguhkan cover dari lagu-lagu jadul korea yang hits bahkan sampai saat ini.

Jujur pas awal cerita drama ini aku sungguhlah bingung karena nama karakter dokternya lumayan banyak. Belum lagi ada nama pasiennya juga yang kadang silih berganti. Tapi pas udah masuk episode tiga, aku sih sungguh menikmati sekali.

Yang aku suka dari drama ini adalah bagaimana sebuah masalah nggak dibikin bertele-tele dan penyelesaiannya pun nggak banyak drama. Tipikal penyelesaian yang dilakukan orang dewasa dengan emosi yang matang. Sedih, tapi nggak terlalu mengumbar ke dunia kalau dia sedih.

Persahabatan para dokter ini juga keren banget sih menurut saya. Persahabatan yang nggak banyak ikut campur tapi selalu mendukung apapun yang akan kita lakukan. Yang diem-diem support tapi nggak banyak nanya. Persahabatan yang mature sekali.

Dan yang saya notice dari drama ini adalah nggak ada orang jahatnya sama sekali. kayak semua orang baik dengan porsinya masing-masing. Padahal sempet curiga sama beberapa karakter. Eh ternyata baik dong. Haha.

Btw, drama ini sedang digarap season keduanya karena cerita drama ini belum selesai. Masih ada beberapa karakter yang belum ada titik terang siapakah pasangannya. Hahah.  Nah sama juga jadinya sama drama Reply 1988, tebak-tebakan pasangan. Haha

Drama ini saking heartwarmingnya sampai bikin saya kangen dan nggak pengen berpisah sama karakter dramanya. Terus tiap episode ada aja yang bikin nangis karena terharu dan buanyak sekali scene lucu dan ngegemesin. Selalu menantikan interaksi antara si kecil U-Ju dan papanya yang super gemes. Nonton drama ini bikin kita ingat harus banyak bersyukur. Can’t wait for the next season.

 

Prison Playbook

Rekomendasi Drama Korea

Kalau drama Hospital Playlist semua orang adalah orang baik. Maka di drama Prison Playbook banyak sekali tokohnya yang orang jahat. Haha. Gimana nggak banyak orang jahat, cerita drama ini mengambil setting kehidupan penjara.

Mengambil kisah Pitcher Baseball dari Liga Besar di Korea, Kim Je Hyeok, yang nggak sengaja terlibat kasus pemukulan hingga akhirnya harus masuk penjara. Nah dari sini diceritakankah bagaimana Kim Je Hyeok menjalani kehidupan penjara. Bagaimana Je Hyeok harus beradaptasi dan melindungi diri sendiri dari orang-orang jahat di penjara.

Di drama ini ada cerita tentang karakter-karakter penjahat yang menjadi teman satu sel Kim Je Hyeok, terutama latar belakang masuk penjara. Gambaran kondisi di dalam penjara. Juga diceritakan tentang sifat dan sikap penjaga-penjaga lapas. Sisi kemanusiaan antara penjaga lapas dan orang-orang yang dihukum di dalam lapas.

Satu hal yang pasti, tiap nonton drama ini aku dibikin takut kalau tiba-tiba nanti Je Hyeok dilukai sama orang yang benci dia. Jadi karena Je Hyeok ini terkenal, beberapa orang pengen gangguin dia. Malah ada yang sampai melukai tangan Je Hyeok biar nggak bisa main baseball lagi.

Selain orang jahat, ada beberapa orang baik juga yang memang orangnya sudah bertaubat dari kesalahan masa lalunya. Ada orang baik yang ternyata masuk penjara karena difitnah atau disuruh berkorban untuk menutupi skandal. Tapi ada juga yang udah keliatan baik di dalam penjara pas keluar balik jadi buruk lagi. Nggak lupa ada penjaga lapas yang keliatannya aja jahat tapi ternyata suka mikirin orang-orang yang dijaga pas di Lapas.

Di drama ini aku merasa disuruh untuk nggak memiliki “bonding” dengan karakternya. Nggak seperti di drama Hospital Playlist yang sampai nggak pengen pisah sama karakternya. Di Prison Playbook ini kita dipaksa untuk sering berpisah dengan karakter yang ada. Jadi nih ya kadang kita dah sayang sama salah satu karakter, eh tiba-tiba dia dipindah lapas. Kayak kehidupan gitu, kadang orang dalam hidup kita akan silih berganti datang dan pergi.

Yang bikin puas, ending untuk drama ini dibikin serealistis mungkin untuk semua karakter. Ada yang hidupnya jadi lebih baik, ada yang hidupnya jadi jahat lagi dan ada yang masih harus berjuang untuk meraih apa yang dia inginkan. Jadi bukan semuanya happy ending.

Oya satu yang aku harus kasih tahu juga, ketiga drama yang aku sebutkan diatas adalah tipikal drama yang SLOW BURN. Jadi kadang nggak bisa satu episode bakal langsung attach sama dramanya. Butuh 2 sampai 3 episode baru menikmati. Dan jalan cerita dari ketiga drama ini dibuat dekat dengan kehidupan sehari-hari tapi dikemas dengan bungkus yang unik dan kocak makanya jadi sangat berkesan buat aku. Pokoknya nonton ketiga drama ini selain banyak ketawanya juga banyak banget dapat nilai-nilai moral.

Baru bertama kali meriview drama jadi mungkin banyak kurangnya. Demikian review ala-ala drama korea yang saya suka. Kalau teman-teman ada yang sudah menonton juga boleh loh ngasih komen gimana perasaannya pas nonton drama itu. Sampai jumpa di review selanjutnya. XOXO.

 

41 Comments

  • Antin Aprianti

    Nomor satu dan dua sering banget denger tapi belum tergerak buat nonton, suka kecanduan aku tuh kalau udah mulai nonton drakor lagi. Terus lupa waktu dan males ngerjain yang lain, eh kok malah curhat haha

    Btw, itu nomor ketiga So Ji Sub bukan sih len? sekilas mirip

  • febi

    Jujur sebenernya gw ngga begitu suka drama Korea, tapi dari ketiga film ini jujur yang paling menarik buat gw adalah hospital playlist karena dari review yang ditulis terkesan tokoh-tokohnya menyelesaikan permasalahan dengan cara yang cool jadi ngebayangin akan ada banyak hal-hal inspiratif dari situ yang bisa digali..

    Nice info!

  • Iqbal

    Apa ada ya konflik keluarga yg kyk di Reply 1988 yang bisa bedain makanan anak satu dengan yang lainnya? Kalau kejadian di dunia nyata, waduh sedih banget ya… Mungkin perlu lihat sejarah, jangan2 bukan anak kandung?

  • Rivai Hidayat

    Dari ketiga drama korea yang disebutkan di atas, aku belum menonton semuanya. Aku memang bukan penggemar berat drama korea. Hanya beberapa film saja. Tidak banyak. Namun dari beberapa film yang aku tonton membuatku terkesan. Mulai dari alur cerita, latar, karakter pemerannya, hingga properti yang digunakan dalam film tersebut. Dari beberapa film yang ditonton juga sangat realistis dengan apa yang terjadi di masyarakat.

    Terima kasih untuk review filmnya, keren..!!!

    • lenifey

      Iya kak nonton drakor tuh bikin kecanduan. Buat yang gak betah nonton berjam2 memang sangat tidak direkomendasikan. Hihi.
      Beberapa garapan korea emang ceritanya udah diatas rata2 sih kak. Industri perfilman korea emang maju banget

  • Tuty Prihartiny

    Yang paling menarik bagi saya di awal membaca tulisa kak leni, bukan pada drakor yang akan direkomendasikan, tapi paragraph pertama itu sungguh ‘ngeselin’. Masa sih, saya langsung terbayang… gimana ya jika kak leni berperan di salah satu scene dari top 3 rekomendasi drama korea tsb. Sepertinya, sang sutradara mempersembahkan drama tsb. untuk kak Leni. Setelah saya baca ulang, saya kok halu, cari kak leni di Reply 88, hospital playlist bahkan di Prison Playbook… duuh

  • Retno Nur Fitri

    Dramanya keren2 dan belum ada yang pernah ditonton sih, banyak pesan dan kesan yang membekas ya kak.. Apalagi sama pemainnya yang ganteng2 dan cantik2 plus aktingnya yang natural gitu, pasti bikin penasaran terus

  • Mrs.kingdom17

    Reply 1988 wacana buat next tontonan…hospitql playlist udah nonton samle eps 5…abis itu ga nonton lagi …hahahaa…..mungkin karena aku sukanya ada adegan org jahatnya ya…hahaha….kalo HP kan adem ayem aja ya beneran keg hidup nyata. Prison playbook bsa nihh dimasukin list….

  • Ning!

    Udah lama pengin nonton Hospital Playlist karena banyak review positif di IG. Cuma agak ragu karena nggak suka sama salah satu aktornya. Haha

    Tapi, baca tulisan Kak Leny, jadi pengin nonton lagi. Drama yang semua tokohnya orang baik 🙂

  • Ifa Mutia

    Saya sudah lama sekali tidak nonton Drakor, takut terpesona dengan aktor aktor yang ganteng ganteng.

    Harus diakui memang Drakor sukses membius pemirsa nya untuk tetap menantikan cerita cerita selanjutnya.

    • lenifey

      Cerita drakor tuh variasinya banyak banget kak. Ada yang fantasi macam goblin, psikologi, sampai kasus sosial tentang pendidikan korea. Keren2 ceritanya

  • Yulia Gumay

    Waaahhhhh. Aku mesti lanjut nonton Hospital Playlist nih. Hiksss. Pas awal tayang, aku nonton baru 2 episode langsung mundur karena bingung sama alur ceritanya. hihihihi

  • Nani Kurniasari

    33nya udah nonton…dan seru semuaaahhh, reply gue ampe tonton semua, dan semuanya juga seru.
    hospital playlist nunggu banget season 2, prison playbook….baguusss

    drama korea sekarang bagus bagus, bikin kecanduan wkwkwkwkkw

    makasih reviewnya beb, kapan kapan kita nobar drakor yuk hahahahaha

  • Okta

    Aku ga begitu suka nonton drama korea karena waktunya panjang panjang dan sekali nonton pasti ketagihan wkwkwkk. Dengan baca baca review kaya gini jadi lebih mempersingkat waktu yaa. Makasih udh review kak

  • Kartini

    ketiga drama tersebut ditulis oleh Penulis yang sama.. aku sudah nonton ketiganya. aku ga pernah gak suka dengan drama-dramanya Lee Woo Joong. dan aku sangatttt menunggu hospital playlist season 2 uwuuuu

  • Dian Restu Agustina

    Kayaknya aku bakalan suka Hospital Playlist deh. Kalau di tiap episode di drama ini penonton akan disuguhkan cover dari lagu-lagu jadul korea yang hits , aku bisa nostalgia sama drakor jaman aku masih nonton dulu.
    Iyes, dulu jaman drakor masih tayang seminggu sekali di indosiar aku pecandu berat…
    Saat itu kalau mau full tahu serinya sampai tamat mesti beli dvd bajakan. Aku ga beli sih, lebih asyik nunggu jam tayangnya aja, biar penasaran. kwkwkw
    Terus, karena aku pindah tempat tinggal keluar Indonesia 2 tahun lamanya, dan di sana ga bisa nonton drakor, pas balik ke sini aku jadi gak penasaran nonton lagi. Cuma ngikuti dari review teman-teman aja.

    • lenifey

      sejujurnya aku juga sudah lama banget nggak ngedrakor kak. Kayaknya ada 3 tahunan. Inget banget drakor terakhir tuh goblin. Abis itu mager drakoran. Nah berhubung aku instal netflix dan disana banyak drakor akhirnya aku nonton drakor lagi. Haha

  • Diah Sally

    Nonton Reply 88 tapi ga abis, baru berapa episode gitu udah langsung jump in ke episode akhir ga sabaran liat ending nya macam apa. Jadi, walau ga tau cerita keseluruhannya aku tahu endingnya. Hahaha. Reply 88 khas banget emang yaa dengan hal2 80-an, dan setelah dipikir2 hampir semua film dengan latar belakang 90/80-an diidentik dengan barang jadul dan barang yang wajib adalah radio ya. Aku suka banget waktu mereka bareng2 ngumpul denger radio (kalau ga salah emang ada adegan itu :D) kalau ditarik lagi film romance/drama family salah satu scene nya pasti ada macam itu ya (kumpul dengerin radio). Hahaha.

    Yang no 2 dapat rekomendasi juga nih dari kawanku. Akhir-akhir ini ga tau yaa kayanya setiap K-Drama di Netflix laku semuaa yaa haha. Kasian Viu, tapi Viu tetap terbaik yaa karena ada Running Man wkwk.

    Nice review kak, kapan2 mampir dong ke Podcast aku buat ngobrolin K-Drama atau seputaran ngidol. Hehe…

    • lenifey

      Kak kamu kok curang sih langsung lompaat episode terakhir..
      weits suatu kehormatan nih diundang di podcast. Walaupun takut unfaedah tapi karena aku doyan ngomong sih boleh banget kak. Wkwk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *