Lifestyle

Masalah Pasutri Masa Kini dan Jawaban dari dr Indra Anwar Sp.OG

masalah pasutri masa kini
pict by pexels

Dalam kehidupan berumah tangga sudah pasti banyak sekali problematika yang dihadapi oleh pasangan suami istri. Karena pernikahan adalah menyatukan 2 kepala, kebiasaan dan pemikiran antara suami dan istri yang berbeda tentunya harus didiskusikan berdua. Beberapa problem yang paling umum antara suami istri tentu saja tentang hubungan seksual dan memiliki buah hati.

Belum lama ini saya mengikuti kuliah whatsapp (kulwap) yang diadakan oleh Makuku Family Bersama narasumber dr. Indra NC Anwar Sp.OG tentang masalah pasutri masa kini. dr Indra adalah spesialis kandungan dan kebidanan yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam membantu pasien berkenaan dengan program kehamilan. Penjelasan beliau tentang masalah seksual, kesuburan dan kesehatan reproduksi jadi menambah banyak pengetahuan baru buat saya.

 

masalah pasutri masa kini
masalah pasutri masa kini

Hubungan seksual yang ideal

Dalam pernikahan seringkali pasangan suami istri mempertanyakan apakah hubungan seksual dengan pasangan adalah hubungan seksual yang ideal. Menurut dr Indra dalam hubungan seksual itu tidak ada yang ideal dan tidak ideal, yang terpenting adalah sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan dengan pasangan. Apabila kedua belah pihak merasa cukup atau merasa tidak dirugikan kebutuhannya satu sama lain maka hubungan seksual dianggap ideal. Tetapi apabila salah satu pihak merasa kebutuhan seksualnya tidak bisa dipenuhi, maka dapat dikatakan hubungan seksual tidak ideal. Sehingga harus segera dicari pemecahannya agar kedua belah pihak bisa saling mendapatkan kepuasaan.

Dalam pernikahan, tanda-tanda keharmonisan suami istri tidak hanya dilihat dari faktor hubungan seksual saja. Tetapi hubungan seksual bisa menjadi salah satu indikator hubungan suami istri yang harmonis. Dengan hubungan seksual yang baik, kebutuhan biologis dan emosi suami istri menjadi terpenuhi. Sehingga kehidupan rumah tangga menjadi bahagia.

baca juga : Masalah Kesuburan Pria, Penyebab dan Solusinya

Masalah Menurunnya Hubungan Seksual

masalah pasutri masa kini

Dalam hubungan suami istri ada kalanya terjadi penurunan kualitas hubungan seksual. Menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual bisa terjadi karena berbagai faktor. Bisa karena faktor fisik maupun kejiwaan. Faktor kelelahan, faktor kesehatan seperti berat badan yang kurang ideal maupun faktor lingkungan yang kurang mendukung seperti karena harus menjaga anak, bisa jadi faktor yang menjadi penyebab menurunnya kualitas hubungan suami istri.

Pada wanita, penggunakan alat kontrasepsi tidak menjadi penyebab menurunnya hubungan seksual. Namun bisa jadi secara psikologis karena tidak menggunakan kontrasepsi ada kalanya wanita mengalami kecemasan akan terjadi kehamilan. Sehingga menurunkan semangat dalam hubungan suami istri.

Untuk pasangan suami istri yang telah menikah dalam kurun waktu yang lama, penurunan motivasi dalam hubungan suami istri sangat mungkin terjadi. Hal tersebut karena hubungan seksual hanya dianggap rutinitas saja. Maka dari itu perlu diperbaharui lagi motivasinya dengan pasangan. Komunikasi yang baik antara pasangan suami istri akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hubungan.

Selain itu di masa pandemi seperti sekarang, faktor kecemasan akibat ketidakpastian keadaan ekonomi juga dapat menjadi pemicu menurunnya kualitas hubungan suami istri. Sehingga perlu ditanamkan agar hubungan seksual bukanlah sebagai beban namun menjadi sarana hiburan yang dapat membantu menurunkan ketegangan.

 

Punya Anak Cepat atau Tunda Punya Anak?

masalah pasutri masa kini

Pada pasangan suami istri yang menikah dan melakukan hubungan seksual secara teratur (idealnya seminggu 3-4 kali), sebanyak 85% pasangan suami istri baru akan hamil dalam kurun waktu 12 bulan. Sisanya 15% memerlukan waktu 2 tahun untuk terjadi kehamilan. Sehingga menurut dr Indra, kalau belum 1 tahun apalagi 2 tahun belum terjadi kehamilan maka jangan terlalu khawatir.

Apabila tidak ada faktor resiko yang bisa menyebabkan turunnya peluang kehamilan, maka yang penting adalah melakukan hubungan seksual secara teratur, sesering mungkin tanpa dijadwal atau diatur kapan waktu terbaik untuk berhubungan. Dengan berhubungan secara teratur tentunya akan lebih meningkatkan peluang kehamilan. Tetapi apabila dalam waktu satu tahun belum terjadi kehamilan maka ada baiknya berkonsultasi dengan dokter kesuburan untuk mencari faktor penyebabnya.

Jika pasangan suami istri ingin menunda kehamilan, penggunaan kontrasepsi dapat dilakukan. Pada wanita, apabila dikhawatirkan akan mempengaruhi kesuburan, menurut dr Indra sebagian besar kontrasepsi tidak akan mempengaruhi kesuburan. Setelah melepas kontrasepsi, kesuburan akan dapat kembali baik. Namun bebarapa kontrasepsi seperti IUD harus dilakukan perawatan sehingga tidak menyebabkan infeksi yang dapat mengganggu atau menurunkan kesuburan.

Bahkan di masa sekarang sudah ada teknologi yang memungkinkan untuk menyimpan sel telur. Sel telur diambil dan dibekukan untuk kemudian bisa diencerkan kembali apabila pasangan suami istri menginginkan terjadinya kehamilan. Untuk menyimpan sel telur, idealnya sel telur diambil ketika wanita berusia dibawah 35 tahun. Semakin muda akan semakin baik. Karena sel telur wanita mengalami proses penuaan, sehingga makin bertambahnya usia tentu jumlah sel telur akan berkuran dan kualitas sel telur akan menurun. Untuk menyimpan sel telur tentu harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah sel telur masih cukup dan kualitasnya baik.

 

Pesan dari dr Indra

Bahwa wanita sepanjang hidupnya memiliki fase yang berbeda-beda dari mulai lahir sampai menopause. Masa untuk bisa hamil atau yang dianggap masa reproduksi sehat pada wanita itu terjadi dalam kurun waktu yang pendek. Oleh sebab itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh semua wanita yang menginginkan keturunan. Artinya jangan menunda untuk menikah apabila usia ideal sudah tercapai dan jangan menunda untuk hamil apabila sudah menikah. Karena tidak bisa dipastikan atau diprediksi apakah masih memiliki sel telur yang cukup atau apakah ada masalah kesuburan. Maka harus diupayakan untuk hamil sedini mungkin untuk kurun waktu tertentu. Apabila belum terjadi kehamilan maka harus segera dievaluasi penyebabnya.

Untuk yang ingin berkonsultasi dengan dr Indra, beliau praktek di Morula IVF Jakarta, RSIA Bunda Jakarta, Klinik Teratai RS Gading Pluit serta melayani konsultasi online melalui aplikasi Halodoc.

Dokter Indra di Halodoc
Dokter Indra di Halodoc

Sekian info menarik yang saya dapatkan di kulwap terkait masalah pasutri masa kini. Semoga bermanfaat untuk pembaca.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *