Food,  Travel

Liburan Akhir Pekan Ke Bandung. Enaknya kemana ya? Part 2

lenifebri.com_Orchid Forest Cikole
Cerita ini adalah sambungan dari Liburan Akhir Pekan Ke Bandung Part 1 dimana kami pergi tanpa persiapan ke Bandung dan berakhir ke Orchid Forest Cikole plus makan spesial di warung ayam bakar favoritnya Titi di Lembang.

Setelah pulang dari makan, kami harus lanjut naik angkutan umum untuk kembali ke Bandung. Sialnya, kami harus turun sebelum sampai ke tujuan kami karena Babang angkotnya sudah menyerah dengan kemacetan Bandung yang super parah. Untungnya, dari tempat turun angkutan umum kami bisa memesan ojek online (Ojol) menuju tempat janjian di Braga. By the way, sebelum turun dari Lembang kami kebetulan kontakan dengan mas Ris yang kebetulan ada acara kerja di Bandung. Hari sabtu tuh libur, Mas Ris. Jangan kerja mulu. Hihihi.

Braga dan Masjid Raya Bandung

lenifebri.com_ Jalan Braga Bandung
Suasana Braga di Malam hari

Karena kami naik ojek motor, saya sama Titi jadi kepisah jalan. Belum lagi, gawai saya sudah habis daya dan saya tuh baru pertama kali ke Braga. Jadi pas diturunkan Babang Ojol saya nggak tahu harus jalan kemana. Dan saya enggak tahu kalo Braga tuh serame itu. Jadilah saya mencari teman-teman saya dengan muka bingung.

Untungnya setelah 2 kali menyusuri jalanan dekat Braga Citywalk saya ketemu Titi dan enggak lama ketemu mas Ris juga. Omong-omong, jalan di Jalanan Braga membuat saya berasa gaul abis. Maapin norak. Selain rame orang, banyak musik-musik sepanjang jalan dan street food juga. Duh langsung masuk tempat favorit saya. Kalo ke Bandung lagi mau main ke Braga Lagi. Hahaha.

Kami jalan sambil nyari tempat yang nyaman untuk ngobrol. Pengennya sih di warung kopi yang lucu-lucu gitu yang khas Bandung. Karena enggak ada yang tahu daerah ini akhirnya kami tanya ke seorang Bapak pengatur lalu lintas tempat ngopi hits di daerah situ dan terjadilah percapakan seperti dibawah ini.

Kami : Ada tempat ngopi yang enak di sekitar sini nggak, Pak? Tapi jangan Warung Upn*rmal ya, Pak.

Bapak Lalin : Ada kok mbak sebelah sana (sambil nunjuk arah). Mbak jalan lurus aja. Nanti ketemu tempat ngopi yang terkenal itu. Apa ya namanya saya lupa.

Kami : Bukan Upn*rmal kan ya pak? (berusaha memastikan)

Bapak Lalin : Bukan mbak.

Jalan lah kami ke tempat yang ditunjuk bapak tadi. Sekitar 7 menit jalan ketemulah tempat ngopi yang di maksud yang ternyata adalah STARBUCK. OKESIP.

Setelah gagal nemu tempat ngopi lucu dan malah keasyikan ngobrol sambil jalan, akhirnya kami memutuskan leyeh-leyeh di Masjid Raya Bandung saja sembari jajan street food Bandung yang yahud sekali rasanya. Di tengah perjalanan mau ke Mesjid Raya Bandung, Mas Ris ketemu teman satu komunitasnya yang akhirnya ikut gabung bareng kami ke Masjid Raya sembari ngobrol-ngobrol.

lenifebri.com_Masjid Raya Bandung
Suasana malam Masjid Raya Bandung

Lumayan lama lah kami duduk-duduk di Mesjid Raya sampai sekitar jam 12an malam. Dari hasil ngobrol di Mesjid Raya kami jadi tahu beberapa hal. Yang pertama temannya Mas Ris namanya Dony. Yang kedua anaknya suka kegiatan akuatik. Yang ketiga tinggalnya di Cirebon. Kalo pada mau kepo bisa banget ke Instagramnya @dony_omesh. Udah saya kasih tuh Instagramnya. Hahah.

Kami memutuskan jalan lagi untuk cari tempat makan yang enak. Saya dan Titi akhirnya nyemil cilok pedes sama seblak. Makan sehat tengah malam. Haha. Jam 2 malam karena udah nggak kuat melek, kami akhirnya pamit pulang ke penginapan dan tepar seketika itu juga.

Malam sebelumnya kami sudah bertukar nomer telpon dengan Dony untuk keperluan janjian jalan bareng di Bandung karena dia enggak ada teman jalan. Mas Ris udah jalan pulang ke Jakarta jam 7 Pagi itu. Jam 10 pagi kami kontak-kontakan untuk bahas mau pergi kemana. Kebetulannya kami dapat voucher karaoke di salah satu rumah karaoke punya penyanyi dangdut Indonesia. Dengan isengnya kami akhirnya memutuskan untuk karaokean jauh-jauh di Bandung.

Kami check out dari penginapan dan titip tas baju sementara di sana. Lalu kami jalan ke stasiun Bandung tempat kami janjian sama Dony. Tempat karaokeannya pun enggak jauh dari stasiun Bandung. Kami karaokean dua jam. Setelah itu bingung lagi mau kemana yang dekat tapi enak buat di pakai jalan-jalan. Hahaha.

Forest Walk Siliwangi Bandung / Babakan Siliwangi

lenifebri.com_salah satu tempat di Forest Walk Siliwangi Bandung
Suasana yang nyaman di Forest Walk Siliwangi Bandung

Dari hasil tanya kak Yun yang pernah tinggal lama di Bandung plus googling, keluarlah pencarian Forest Walk Siliwangi dan akhirnya kami memutuskan untuk kesana. Babakan Siliwangi terletak di jalan Tamansari dekat dengan kammpus ITB. Konsep tempat ini yaitu kita jalan di hutan lewat jembatan. Jadi di kiri-kanan jembatannya ada bermacem-macam pohon. Pengunjung tempat ini rata-rata keluarga dengan anak kecil dan pasangan muda-mudi yang bikin iri.

ri.com_Pengunjung Forest Walk Siliwangi Bandung
Pengujung muda-mudi di Forest Walk Siliwangi Bandung

Tadinya saya pikir jalur untuk jalannya ini pendek. Ternyata lumayan jauh. Udaranya sejuk dan suasananya enak plus enggak panas. Duh bahagia sekali. cocok banget buat tempat me time versi saya. Tempatnya juga lumayan Instagramable. Walaupun rame tapi menurut saya ramenya masih enak dipakai jalan-jalan. Oya beberapa tempat di jembatan jalannya ini ada yang jalur naik/turun dan beberapa kayunya sudah halus. Jadi beberapa orang suka prosotan sambil duduk disana.

lenifebri.com_keceriaan di Forest Walk Siliwangi Bandung
Main prosotan di jalur yang licin Forest Walk Siliwangi Bandung
lenifebri.com_Forest Walk Siliwangi Bandung
salah satu spot di Forest Walk Siliwangi Bandung

Kami menghabiskan waktu sampai maghrib disana. Selain untuk jalan di Forest Walk-nya, disana ada bangku-bangku yang bisa dipakai tempat makan piknik ala-ala. Selian itu juga ada tempat bermain panah. Tadinya sempet tertarik main, tapi karena sudah terlalu malam, akhirnya kami langsung pulang.

Pulang dari Babakan Siliwangi kami berniat untuk makan mie kocok rekomendaasi Titi yang ada di depan Kartika Sari Jalan Kebun Jukut. Rupanya kami kemalaman karena Babang mie kocoknya sudah pulang. Tapi bapak yang jualan makanan lain disana bilang, kalau mie kocok ini punya cabang di Braga City Walk. Jadilah kami meluncur ke Braga City Walk bela-belain pengen mencicipi mie kocok doang.

Mie kocok yang dimaksud ini di jual di Kios K di Braga Citywalk. Mie kocok polos tanpa kikil dijual dengan harga 23 ribu. Menurut saya rasanya enak. Kuahnya terasa clean dan tidak terasa berlemak. Kata Titi, kalau beli di depan Kartika Sari Kebun Jukut jika memesan mie kocok polos maka tambahan toppingnya adalah daging. Sementara di Kios K ini, kalau memesan mie polos yang dateng bener-bener polos alias mie doang sama kuah sama kerupuk juga sih. Lumayan kerupuknya bikin enggak polos-polos amat. Hahah.

lenifebri.com_Mie Kocok Bandung
Mie Kocok polos yang dijual di Kiok K Braga Citywalk

Puas makan, kami harus kembali ke penginapan untuk mengambil tas yang kami titip tadi pagi. Kami harus segera ke Stasiun lagi karena Jadwal pulang sudah semakin dekat. Dan berakhir sudah liburan akhir pekan kami di Bandung. Walaupun tidak menyusun ittinery secara matang, kunjungan kami ke Bandung kali ini menyenangkan juga. See you next trip, Bandung!!

19 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *