Travel

Liburan Akhir Pekan Ke Bandung. Enaknya kemana ya? Part 1

lenifebri.com_Orchid Forest Cikole

Sudah lama nggak liburan kok ya jadi rada iri tiap liat foto liburan teman-teman di instagram. Mumpung ada long weekend tanggal 17 Agustus 2018, kebetulan banget nih buat liburan yang deket-deket. Tadinya niat banget pengen ke Jogja. Tapi ngeliat harga tiket kereta yang sudah nggak sesuai budget, jadilah banting arah tujuan ke Bandung. Berbekal tiket kereta 190 ribu rupiah pulang pergi, berangkatlah saya ditemani Titi ke Bandung.

Loh judulnya akhir pekan tapi kok ternyata pelaksanaannya liburan long weekend sih?

Karena tanggal 17 Agustus saya ada kewajiban upacara, jadi kami nggak bisa berangkat tanggal 16 Agustusnya. Padahal enak banget kalo bisa berangkat hari kamis. Hiks. Rencana awalnya kami akan mengambil tiket berangkat jam 10 pagi, jadi habis upacara langsung cabut ke Bandung. Kebetulan tempat upacara dekat sekali dari stasiun Gambir. Tapi apalah daya tiket kereta habis di jam tersebut. Jadwal kereta kosong tersedia pada jam 5 sore dan jam 6 sore. Tanpa menunggu lama akhirnya kami pesan kereta pukul 5 sore. Sama aja kayak libur weekend biasa kan jadinya. Hahah.

Berangkat dari kosan sekitar jam 3 sore, saya naik ojek online sampai stasiun UI untuk naik KRL sampai stasiun Juanda. Turun KRL, naik ojek online lagi ke Stasiun Gambir karena males jalan kaki. Haha. Saya sampai di stasiun Gambir pukul 04.15 sore pas bareng si Titi baru sampai Gambir jam segini juga. Saya tiba-tiba cemas, takut enggak bisa cetak Boarding Pass karena sudah lewat satu jam dari waktu keberangkatan.

Untungnya sekarang bisa cetak Boarding Pass walau sudah lewat satu jam dari waktu keberangkatan. Bahkan ada mesin cetak Boarding Pass khusus untuk yang waktu keberangkatannya dibawah satu jam. Maklum sudah enggak pernah naik kereta lagi jadi enggak tahu peraturan terbaru naik kereta api.

Selesai cetak Boarding Pass, kami langsung masuk peron karena sudah mepet jam berangkat. Tapi masih bisa jajan juga sih. Nggak lama sesudah masuk gerbong, kereta langsung berangkat. Sepanjang perjalanan tadinya enggak ada yang menarik karena kami hanya ngobrol sepanjang jalan. Sampai tiba-tiba ada mbak dan mas Restorasi ngasih makan gratis karena kami duduk di bangku nomer 17 bertepatan tanggal 17 Agustus. Ini receh tapi bikin bahagia. Terimakasih Kereta Api Indonesia.

Kami sampai di Bandung jam 10 malam. Dan yang bikin seneng lagi, di Stasiun Bandung ada live musicnya gitu. Enggak tahu ini emang adanya di Bandung aja atau sudah umum di stasiun lain di Indonesia. Tapi kami yang receh ini tetap bahagia. Boleh banget duduk dulu sambil dengerin suara si Aa (karena di Bandung manggilnya Aa) yang merdu sekali. Hehe.

Karena hari sudah semakin malam, kami bergegas untuk segera jalan menuju penginapan. Beruntungnya penginapan kami jaraknya dekat dari stasiun. Walaupun rada serem juga sih jalan malam-malam begini. Sejujurnya, sampai detik menuju penginapan, kami belum tahu mau pergi kemana saja besok. Mana kami pesan penginapan hanya satu malam.

Pas sampai di penginapan, sambil check in kami tanya ke Aa penjaganya apakah masih bisa pesan kamar untuk hari sabtu. Setelah dicek ternyata kamar masih tersedia dan kami langsung pesan kamar lagi saat itu juga. Tadinya kami punya rencana camping di Lembang. Tapi karena beberapa pertimbangan akhirnya kami pesan penginapan di Bandung saja.

ORCHID FOREST CIKOLE

View Orchid Forest Cikole
View cantik di Orchid Forest Cikole (sumber : Instagram Orchid Forest Cikole)

Berbekal racun dari foto-foto di instagram, akhirnya saya mengusulkan pergi ke tempat ini. Pagi hari setelah sarapan kami masih harus kebingungan bagaimana caranya ke Cikole. Karena sudah usaha menghubungi hampir semua penyewaan motor dari hari sebelumnya tapi tidak ada hasil. Sampai sudah minta tolong ke Aa penjaga penginapan barangkali ada kenalan penyewaan motor hasilnya pun nihil. Pantang menyerah kami akhirnya bertekad naik angkutan umum berbekal petunjuk dari Aa penjaga penginapan. Walaupun harus menghadapi kemacetan Lembang. Hiks.

Ditengah lagi siap-siap mau berangkat, tiba-tiba kami dapat ide naik ojek online untuk berangkat sampai Lembang. Biar nggak terjebak macet. Pulangnya baru naik angkutan umum. Berbekal ongkos 50 ribu rupiah, gaspol ke Lembang bareng Babang Ojol. Berangkat pukul setengah 11, seperti yang sudah dikira, Lembang tentulah macet di akhir minggu, kami sampai di Orchid Forest Cikole jam 12 siang.

Biaya masuk ke Orchid Forest 35 ribu untuk satu orang. Dari gerbang masuk pembayaran sampai lokasi atraksi, jaraknya hampir satu kilometer. Babang Ojol boleh masuk nganterin kita sampai dalam dan tidak dipungut biaya sama sekali. Ada mobil shuttle nya juga buat yang kemari naik bis wisata. Karena bis wisata parkirnya jauh dari lokasi kebun. Kalo naik motor atau mobil bisa parkir di dalam.

Jam operasionalnya dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore di hari biasa. Dan jam 8 pagi sampai jam 7 sore di akhir pekan. Jadi Orchid Forest ini apasih sebenarnya? Tadinya aku pikir obyek wisata ini sama-sama aja dengan yang lain. Macam kebun pinus aja gitu. Tapi ternyata sesuai namanya, di sini ada rumah anggreknya juga. Kata Titi, bangunan rumah anggreknya sekilas mengingatkan sama Garden by The Bay di Singapura. Keren nggak tuh. Hihihi.

Lenifebri.com_Orchid House di Orchid Forest Cikole
rumah anggrek yang sekilas mirip Garden By The Bay kata Titi (Inframe Titi)

Selain kebun anggrek, ada banyak atraksi gemes instagramable. Macam jembatan gantung, tapi yang ini bayar 25 ribu lagi ya sudah termasuk bonus flying fox juga. Enggak mau bayar? Yang gratis banyak tenang aja. Ada macem teras yang dibangun di atas pohon dikasih lampu-lampu caem. Buat yang bawa anak kecil juga bisa ke Rabbit Forest main dan ngasih makan kelinci. Kurang puas? Bisa camping juga disini.

Jembatan Gantung Orchid Forest Cikole
Jembatan Gantung yang bayar 25 ribu itu (Sumber : Instagram Orchid Forest Cikole)
Teras di atas pohon Orchid Forest Cikole
sudah gemes belum sama pemandangan nya (sumber : Instagram Orchid Forest Cikole)
lenifebri.com_rabbit forest Orchid Forest Cikole
Ngasih makan kelinci di Rabbit Forest

Omong-omong camping, biayanya 900 ribu untuk tenda isi 4 orang. Dipinjami selimut, sleeping bag dan bantal masing-masing 4 biji. Dapat jagung dan kayu bakar serta sarapan pagi. Ada WC dan Musholanya juga jangan kuatir. Menurut saya sih worth it sekali buat yang mau camping tapi nggak mau repot. Ditambah suasananya oke banget. Mungkin kapan-kapan saya mau balik kesini buat camping ceria. Hehehe.

Enaknya di Orchid Forest menurut pendapat pribadi, tempatnya luas sekali. Jadi walaupun rame tapi masih bisa dapet tempat kosong buat foto-foto. Saya sih suka sekedar duduk-duduk sambil liatin pohon. Rasanya relaks sekali.

lenifebri.com_view Orchid Forest Cikole
Salah satu view di dekat jembatan gantung. yang medit kayak saya boleh banget foto di pinggir nya saja

Pulang dari Orchid Forest, sesuai rencana awal kami mencoba naik angkutan umum. Dari Orchid Forest naik angkutan sekali turun di pemberhentian terakhir bayar 10 ribu. Pemberhentiannya ini dekat dengan Mesjid Besar Lembang. Karena sudah waktunya solat, kami solat dulu di situ sekalian mampir ke Ayam Bakar Pak Nanang langganan Titi.

Review singkat Ayam Bakar Pak Nanang, untuk yang suka makanan manis ini juara pasti. Karena di atas ayam bakarnya dibaluri dengan kecap dimana kecapnya ini menurut saya di kasih bumbu lagi sehingga enggak enek manisnya. Dua porsi ayam bakar dada, nasi plus sambal ditambah kol goreng dan lalapan sekeranjang hanya 54 ribu rupiah. Untuk rekomendasi makanan lain di Lembang pernah di review titi di sini.

Sekian dulu cerita ini. Nanti disambung lagi ya. sudah panjang sekali tulisannya. Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.

32 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *